Pabrik terhubung dengan sensor, robot kolaboratif, dan dasbor data
Iklan

Apa itu Industri 4.0

Industri 4.0 adalah sebutan untuk revolusi industri keempat: integrasi teknologi digital ke dalam produksi, yang menghubungkan mesin, data, dan manusia agar manufaktur lebih cerdas, lebih fleksibel, dan lebih efisien.

Dalam praktiknya, mesin melaporkan statusnya sendiri, data sampai ke pengambil keputusan secara real time, dan proses dapat disimulasikan serta disesuaikan sebelum ada yang menyentuh lini.

Asal istilah

Istilah “Industrie 4.0” diperkenalkan di Hannover Messe, Jerman, pada 2011 sebagai inisiatif strategis untuk mendigitalkan manufaktur. Pada 2013, Akademi Sains dan Teknik Jerman (acatech) menerbitkan rekomendasi yang membentuk konsep ini.

Tiga revolusi sebelumnya adalah mekanisasi bertenaga uap, produksi massal dengan listrik, dan otomasi dengan elektronika serta komputer.

Pilar teknologi

TeknologiFungsinya di lantai produksi
IoT industriSensor dan mesin terhubung yang mengirim data
Sistem siber-fisikIntegrasi antara dunia fisik dan dunia digital
Digital twinModel virtual proses dan aset untuk simulasi sebelum melakukan perubahan
Big data dan analitikData real time untuk keputusan yang lebih baik
Komputasi awanPenyimpanan dan pemrosesan data tanpa infrastruktur lokal
Manufaktur aditifPencetakan 3D untuk komponen, purwarupa, dan perkakas
Robot kolaboratif (cobot)Robot yang bekerja dengan aman berdampingan dengan manusia
Augmented realityBantuan visual untuk pengoperasian dan perawatan

Contoh praktis: OEE secara real time

Sensor pada mesin mencatat apakah mesin berjalan, berhenti, atau sedang changeover, menghitung produk baik dan reject, lalu mengirim semuanya ke dasbor. OEE (ketersediaan × kinerja × kualitas) tidak lagi menjadi latihan lembar kerja akhir bulan, tetapi terlihat selama shift, lengkap dengan alasan setiap berhenti.

Tim bereaksi saat itu juga, dan rapat harian membahas fakta, bukan ingatan.

Iklan

Kaitannya dengan Lean

Industri 4.0 memperkuat Lean, bukan menggantikannya. Mengotomasi proses yang boros hanya menghasilkan pemborosan lebih cepat. Urutan yang berhasil: stabilkan dan sederhanakan dengan Lean lebih dulu, baru digitalkan.

Banyak teknologi 4.0 adalah versi digital dari gagasan Lean: andon menjadi peringatan di ponsel, manajemen visual menjadi dasbor real time, dan jidoka mendapat sensor yang menghentikan mesin saat cacat terdeteksi.

Manfaat

Cara memulai dalam 5 langkah

  1. Identifikasi peluang dan tetapkan tujuan yang terkait masalah nyata: downtime, scrap, lead time.
  2. Petakan proses dan kumpulkan data, bahkan secara manual pada awalnya.
  3. Terapkan bertahap, dengan proyek percontohan pada satu mesin atau satu lini.
  4. Latih tim untuk menggunakan dan merawat perangkat baru.
  5. Ukur hasil dan perluas yang berhasil. Gunakan NPV dan IRR untuk menilai investasi.

Masa depan: manusia di pusat

Pembicaraan bergerak ke arah yang disebut Komisi Eropa sebagai Industri 5.0: teknologi yang melayani manusia, keberlanjutan, dan ketahanan. Fokusnya tetap seperti dalam teknik industri yang baik: proses, teknologi, dan manusia bekerja bersama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Industri 4.0?

Revolusi industri keempat, yang ditandai dengan integrasi teknologi digital seperti IoT, analitik data, dan robotika ke dalam produksi.

Kapan istilah Industri 4.0 muncul?

Istilah ini diperkenalkan di Hannover Messe, Jerman, pada 2011.

Apa saja teknologi Industri 4.0?

IoT industri, sistem siber-fisik, digital twin, big data, komputasi awan, manufaktur aditif, robot kolaboratif, dan augmented reality.

Apakah Industri 4.0 menggantikan Lean?

Tidak. Industri 4.0 memperkuat Lean; mendigitalkan proses yang boros hanya mempercepat pemborosan.

Dari mana pabrik sebaiknya mulai?

Dari masalah nyata yang dapat diukur dan proyek percontohan kecil, dengan mengukur hasil sebelum diperluas.

Sumber

  1. KAGERMANN, H.; WAHLSTER, W.; HELBIG, J. Recommendations for implementing the strategic initiative INDUSTRIE 4.0. Frankfurt: acatech, 2013.
  2. EUROPEAN COMMISSION. Industry 5.0: Towards a sustainable, human-centric and resilient European industry. Brussels, 2021.
  3. SCHWAB, K. The Fourth Industrial Revolution. Geneva: World Economic Forum.

Sumber berbahasa Inggris, kecuali dinyatakan lain.

Iklan
Foto Vagner Soares

Tentang penulis

Vagner Soares

Spesialis Lean Manufacturing dan manajemen perilaku

Lebih dari 20 tahun di industri otomotif dan pengerjaan logam (GM dan Dana), praktisi Lean Manufacturing sejak 2006. Instruktur SENAI dan mentor program Brasil Mais Produtivo di Brasil, memberikan konsultasi, pelatihan, dan audit untuk lebih dari 50 perusahaan, memadukan kualitas, produktivitas, dan pengembangan manusia.