
Apa itu Lean Six Sigma dan bagaimana sabuk bekerja
Lean Six Sigma menggabungkan penghapusan pemborosan dari Lean dengan pengurangan variasi dari Six Sigma, dijalankan sebagai proyek DMAIC. Sabuk menentukan peran: siapa yang mengenal dasar-dasarnya, siapa yang memimpin proyek (Green Belt dan Black Belt), dan siapa yang membimbing program (Master Black Belt).
Tidak ada satu lembaga pun yang menetapkan kurikulumnya. Sertifikasi Green Belt atau Black Belt bisa datang dari lembaga sertifikasi, universitas, konsultan, atau perusahaan itu sendiri, masing-masing dengan kriterianya. Pahami dulu apa yang dikerjakan tiap sabuk sebelum memilih tempat sertifikasi.
Tingkatan sabuk dan peran masing-masing
| Sabuk | Peran umum | Komitmen waktu | Cakupan |
|---|---|---|---|
| White Belt (putih) | Mengenal istilah dan mendukung perbaikan di stasiun kerjanya | Beberapa jam pelatihan | Areanya sendiri |
| Yellow Belt (kuning) | Bergabung dengan tim proyek, mengumpulkan data, memakai alat dasar | Paruh waktu | Tugas proyek |
| Green Belt (hijau) | Memimpin proyek DMAIC di areanya sambil tetap menjalankan pekerjaannya | Paruh waktu | Satu proses, masalah yang dibatasi |
| Black Belt (hitam) | Memimpin proyek kompleks lintas fungsi dan membimbing Green Belt | Penuh atau hampir penuh waktu | Proses kritis, dampak finansial lebih besar |
| Master Black Belt | Melatih Black Belt, memilih proyek, menjaga metode dan hasil program | Penuh waktu | Program perusahaan |
Jam pelatihan dan isinya berbeda-beda menurut penyelenggara: tabel menunjukkan pembagian peran yang lazim, bukan standar resmi. Green Belt biasanya menguasai DMAIC dan alat dasar (Pareto, Ishikawa, peta kendali); Black Belt menambahkan statistik lanjutan seperti perancangan eksperimen dan regresi.
Hitungan di baliknya: DPMO dan tingkat sigma
DPMO = cacat ÷ (unit × peluang per unit) × 1.000.000
Tingkat sigma mengikuti konvensi jangka pendek dengan pergeseran 1,5 sigma: tingkat sigma = Z(1 − DPMO ÷ 1.000.000) + 1,5. Perhitungan lengkapnya ada di materi tentang tingkat sigma dan DPMO, dan gambaran umumnya di artikel tentang Six Sigma.
Contoh: proyek Green Belt untuk pengerjaan ulang
Kasus fiktif: lini permesinan membuat 40.000 komponen per bulan, dengan 6% pengerjaan ulang dan biaya $15 per komponen yang dikerjakan ulang.
| Fase | Yang dilakukan Green Belt | Hasil |
|---|---|---|
| Define (definisikan) | Menulis ruang lingkup dan sasaran: pengerjaan ulang dari 6% menjadi 2,4% | Target jelas |
| Measure (ukur) | Memeriksa 2.000 komponen dengan 1 peluang cacat masing-masing: 120 cacat | 120 cacat dalam 2.000 komponen = 6% cacat |
| Analyze (analisis) | Pareto dan 5 Mengapa menunjuk penyebab utama | Keausan alat tanpa penggantian terjadwal |
| Improve (perbaiki) | Penggantian alat berdasarkan umur pakai dan poka-yoke penghitung | Pengerjaan ulang turun menjadi 2,4% |
| Control (kendalikan) | Peta kendali dan rencana reaksi | Hasil bertahan |
Dengan 5 peluang cacat per komponen dan 120 cacat yang sama dalam 2.000 komponen, DPMO adalah 120 ÷ (2.000 × 5) × 1.000.000 = 12.000 dan tingkat sigma ≈ 3,76. Setelah perbaikan (2,4%, atau 48 cacat dalam 2.000 komponen), DPMO turun menjadi 4.800 dan tingkat sigma naik menjadi ≈ 4,09.
Keuntungan finansial: sebelumnya, 40.000 × 6% = 2.400 komponen × $15 = $36.000/bulan. Sesudahnya, 40.000 × 2,4% = 960 komponen × $15 = $14.400/bulan. Penghematan $21.600/bulan, atau $259.200 per tahun.
Cara memilih sertifikasi Green Belt atau Black Belt
- Tentukan tujuan: karier, promosi, atau proyek nyata di pabrik Anda.
- Bandingkan isi: DMAIC lengkap, statistik, penggunaan perangkat lunak, dan MSA.
- Periksa apakah proyek diwajibkan: sebagian sertifikasi mewajibkan proyek yang selesai, sebagian hanya ujian. Proyek lebih dihargai pemberi kerja.
- Periksa pengakuannya: lembaga seperti ASQ dan IASSC menerbitkan kerangka pengetahuan mereka sendiri; pastikan aturan terbaru di situs mereka.
- Mulai dari Green Belt: naik ke Black Belt hanya setelah menyelesaikan satu atau lebih proyek.
Untuk melihat posisi Lean, baca tentang Lean Manufacturing; untuk dasar perbaikan berkelanjutan, lihat Kaizen.
Kesalahan umum
- Bersertifikat tanpa proyek: orangnya paham teori tetapi belum pernah mengukur proses nyata.
- Memilih proyek yang terlalu besar untuk Green Belt; batasi ruang lingkupnya.
- Mengukur tanpa memvalidasi sistem pengukuran.
- Memperlakukan sabuk sebagai status, tanpa sponsor dan tanpa waktu yang dibebaskan untuk proyek.
- Melewatkan fase Control: hasilnya hilang dalam beberapa bulan.
- Membandingkan tingkat sigma antarperusahaan yang menghitung peluang cacat dengan cara berbeda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa saja tingkatan sabuk Lean Six Sigma?
White, Yellow, Green, Black, dan Master Black Belt, berurutan menurut tanggung jawab yang meningkat.
Apa bedanya Green Belt dan Black Belt?
Green Belt memimpin proyek di areanya sendiri secara paruh waktu; Black Belt memimpin proyek kompleks, biasanya penuh waktu, dan membimbing Green Belt.
Apakah harus berlatar belakang insinyur untuk jadi Green Belt?
Tidak. Yang penting adalah menguasai DMAIC dan pengolahan data dasar, serta punya masalah proses nyata untuk diselesaikan.
Apakah sertifikasi Green Belt kedaluwarsa?
Tergantung lembaganya: sebagian mewajibkan pembaruan berkala, sebagian tidak. Periksa aturannya sebelum mendaftar.
Apakah harus mulai dari White atau Yellow Belt?
Tidak wajib. Sebagian besar program mengizinkan masuk langsung di tingkat Green Belt.
Berapa lama proyek Green Belt?
Biasanya tiga sampai enam bulan, tergantung ruang lingkup dan ketersediaan data.
Sumber
- GEORGE, M. L. Lean Six Sigma: Combining Six Sigma Quality with Lean Speed. New York: McGraw-Hill, 2002.
- PYZDEK, T.; KELLER, P. The Six Sigma Handbook. New York: McGraw-Hill.
- MONTGOMERY, D. C. Introduction to Statistical Quality Control. Hoboken: Wiley.
- ISO 13053 (parts 1 and 2): Quantitative methods in process improvement, Six Sigma.
Sumber berbahasa Inggris, kecuali dinyatakan lain.
